Kewirausahaan

MAKALAH

MENENTUKAN DAN MENGELOLA IDE BISNIS

 

Diajukan guna memenuhi tugas
dalam mata kuliah Kewirausahaan

Disusun oleh:

Galuh Tri Pambekti (10390008)

Dosen:

Samino Setiawan, S.Ag, MSI

 

 

KEUANGAN ISLAM
FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2013

BAB 1

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

 

Dewasa ini banyak kejadian yang memperlihatkan bahwa kecenderungan orang untuk memulai usaha adalah dengan mengikuti trend pada saat tertentu. Misalnya, bila sekarang banyak orang mendirikan ruko, maka dengan anggapan bahwa usaha yang diminati banyak orang itu pasti menguntungkan, lalu orang beramai ramai ikut mendirikan ruko. Pola pikir seperti itu terlalu sederhana dan sempit, seakan akan menyamakan trend bisnis dengan trend mode. Dibilang mode, bila saat ini digemari potongan rambut crew-cut misalnya, tidak ada masalah bagi siapa saja untuk meniru. Akan tetapi jika kita meniru bidang usaha yang sudah banyak orang lain menjalankannya, berarti kita terjun pada suatu lahan yang penuh dengan persaingan usaha.sulit kita untuk berkembang, apalagi jika kita pendatang baru.

Sejak tahun 1970-an, pola ikut trend ini banyak dilakukan orang pada bidang bidang yang segera menjadi jenuh, seperti mendirikan teater, klub malam, taksi, radio swasta niaga, apartemen dll. Di bidang finansial, sudah menjadi mode bagi sementara orang, untuk terjun dalam dunia valas, bursa saham, bahkan bursa komoditi. Tidak sedikit dari mereka yang memiliki pengetahuan terbatas untuk ikut kutan bermain,dan berakhir dengan hilangnya uang ataupun modal usahanya. Halini terlalu mengerikan bagi calon wiraswastawan yang memiliki idealisme.[1]

Alex S.Nitisemito dalam bukunya “memulai usaha dengan modal kecil”, memberikan contoh yang bagus tentang seorang pemilik kebun apel yang pada suatu hari menemukan buah apel bekas dimakan burung yang jatuh ke tenah. Oleh karena buah apel tersebut berau anggur, maka timbullah gagasan untuk mendirikan usaha minuman sari buah apel. Hal demikian itu merupakan ide orisinil bukan tiruan atau menjiplak ide orang lain. Henry ford memulai usahannya dengan gagasan membuat mobil yang bagus dengan harga terjangkau,dan usahannya memang sukses. Begitu juga Bill Gates yang berangan angan mengomputerisasikan seluruh dunia, ternyata begitu cepat menjadi raja komputer sedunia.

Ide atau gagasan tidak selalu datang egitu saja tanpa disangka sangka sehingga orang tidak akan bisa mengetahui kapan ide itu akan datang. Ide harus dikejar, dipikirkan dan dicari. Itu merupakan suatu bukti yang menguatkan bahwa kewirausahaan adalah “kerja otak” bukan “kerja otot”. Gagasan bisa datang kapan saja, maka itu kita harus waspada,seperti contoh diatas,pemilik kebun apel berada dalam keadaan waspadasehingga ia bisa mencetuskan sebuah ide besar berdasaran sebuah ide kecil, jika tidak ribuan buah apel bekas dimakan burung hanya berjatuhan ke tanah, tetap tinggal membusuk tanpa arti apa apa bagi siapapun.

Apabila ide usaha sudah didapat, kita bisa langsung mendirikan usaha? Sebaiknya jangan dulu karena gagasan itu perlu diuji lagi, apakah bisa diaktualisasikan atau tidak. Berbagai aspek yang berkaitan dengan kemungkinan layak atau tidaknya usaha tersebut dijalankan harus diteliti lagi. Penelitian itu disebut uji kelayakan atau “feasibility study”. Jadi jelas bahwa mendirikan perusahaan bukanlah suatu yang bisa dilakukan secara sembarangan karena resiko besar bisa terjadi di kemudian hari.

 

  1. Tujuan Penulisan

Makalah ini ditulis mempunyai beberapa tujuan, yaitu:

1)      Mengenal lebih dekat apa itu yang disebut dengan ide bisnis.

2)      Memberikan wawasan kepada pembaca tentang sumber dan asal ide bisnis muncul.

3)      Menampilkan beberapa ide bisnis versi penulis yang popular dan paling diminati masyarakat saat ini

 

  1. Rumusan Masalah

(1)   Pengertian ide bisnis

(2)   Sumber penemuan ide baru

(3)   Asal ide bisnis

(4)   Penyaringan ide

(5)   Ide berdasarkan kompetensi

(6)   Berlatih menentukan ide bisnis

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian

Ide merupakan suatu gagasan untuk mewujudkan suatu pemikiran yang baru dan diterapkan dengan suatu tindakan. Ide bisnis berarti berusaha untuk menemukan suatu gagasan yang nantinya dapat menjadi suatu langkah awal dalam menentukan bisnis apa yang akan dibangun. Dalam menentukan ide tentunya banyak hal yang harus diperhatikan. Seseorang menginginkan memiliki suatu bisnis berarti orang tersebut yakin bahwa suatu saat bisnis yang mereka bangun akan menguntungkan dan akan sukses.[2]

 

  1. Sumber Penemuan Ide Baru

Sumber ide biasanya berkaitan dengan hal-hal atau kegiatan yang menyangkut organisasi atau lembaga yang ada hubungannya dengan bisnis, seperti :[3]

1)      Konsumen

Dengan memperhatikan potensial konsumen terutama needs dan wants mereka makadapat menimbulkan ide-ide usaha baik untuk produk baru ataupun perbaikan dari produk yang sudah ada. Seperti need konsumen peminum kopi yang tinggi akan macam cita rasa kopi serta want mereka akan tempat minum kopi yang memungkinkan mereka menikmati kopi dengan santai dan beramai-ramai dengan kolega mendorong tumbuhnya warung kopi di mal-mal atau perkantoran baik dari luar negeri (Coffe Bean dan Starbucks) serta dari dalam negeri (Kopi Luwak, Nescafe dll).

2)      Perusahaan yang sudah ada

Terkadang dari produk yang sudah ada dipasar belum memenuhi tingkat kebutuhan konsumen sehingga diperlukan perbaikan produk ataupun pengembangan produk tersebut. Selain itu penanganan perusahaan terhadap produk yang tidak baik juga dapat mendorong terciptanya ide untuk cara menangani produk yang dapat menciptakan produk lebih sesuai dengan konsumen. Contohnya adalah pada industri mobil tahun 1990 an dimana Toyota Kijang dari Toyota menguasai pasar mobil niaga khususnya yang memiliki bonnet (hidung) karena tidak mempunyai pesaing. Hal ini mendorong pabrik lain seperti Isuzu mengeluarkan Isuzu Panther dan Mitsubishi yang mengeluarkan Mitsubishi Kuda.

3)      Saluran Distribusi

Pendistribusian yang tidak merata atau tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen dapat menimbulkan ide-ide usaha untuk menyempurnakan produk ataupun menciptakan produk baru. Contohnya adalah Pendistribusian Pendapatan Negara yang tidak berimbang ke daerah menimbulkan timbulnya sistem pemerintahan otonomi daerah yang dirasakan daerah lebih adil.

4)       Pemerintah

Ada dua cara sumber pengembangan ide dari pemerintah yaitu pertama, melalui dokumen hak-hak paten yang memungkinkan pengembangan sejumlah produk baru. Kedua, melalui pengaturan pemerintah kepada dunia bisnis yang bisa memungkinkan munculnya gagasan produk baru. Misalnya adalah peraturan pemerintah mengenai kebersihan udara melalui pengurangan emisi gas buang kendaraan memungkinkan munculnya usaha-usaha produk pengurang emisi seperti bahan bakar tanpa timbal dan produk catalitic converter (penyaring gas buang) kendaraan.

5)      Penelitian dan Pengembangan

Melalui penelitian dan pengembangan memungkinkan timbulnya gagasan produk baru atau perbaikan dari produk yang sudah ada. Contohnya adalah penelitian terhadap penyakit flu menghasilkan jenis obat flu yang tidak membawa efek mengantuk. Walaupun terdapat banyak pendekatan untuk mencari sumber ide bagi produk atau jasa, proses ini dapat dipercepat dengan penggunaan saran-saran berikut :

  • Kebutuhan akan Sumber Penemuan.

Penemuan yang berasal dari persepsi kebutuhan yang jelas ingin dipenuhi dan banyak produk atau jasa yang telah dikembangkan dari persepsi tersebut seperti kebutuhan irigasi di daerah langka air, mahal, dan agak bergaram memungkinkan seorang wirausaha memproduksi peralatan penetes air sesuai metode irigasi yang sesuai.

  • Hobi atau Kesenangan Pribadi.

Hobi atau minat pribadi adakalanya bisa mendorong bisnis baru. Contohnya adalah orang yang memiliki hobi mobil dan kebersihan tubuh akan membuat usaha bengkel dengan salon sehingga pemilik mobil dapat mengurus tubuhnya sementara mobilnya dibengkel.

  • Mengamati Kecenderungan-kecenderungan.

Kecenderungan dan kebiasaan dalam mode merupakan sumber gagasan untuk melakukan usaha. Peluang yang terlihat oleh pengamat dan mendorong wirausaha mengerjakan sesuatu yang baru pada saat yang tepat. Contohnya adalah saat mode pakaian bermerek tumbuh maka marak bisnis factory outlet di kota Bandung dan Jakarta

  • Mengamati Kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada. Kekurangan pada produk dilakukan dengan memperbaiki kinerja atau menambah keunggulan yang diperlukan. Contohnya

Mengapa Tidak Terdapat ?

Peluang timbulnya usaha baru adakala datang dari pertanyaan “Mengapa tidak terdapat.?”. Seperti contoh tidak adanya cairan penghapus tinta merupakan peluang mendirikan usaha baru yang disebabkan tidak adanya alat untuk menghapus tinta.

  • Kegunaan lain dari Barang-barang Biasa.

Banyak produk komersil berasal dari penerapan barang-barang biasa untuk kegunaan lain yang bukan kegunaan yang dimaksudkan dari barang itu. Barang tersebut dari perubahan karakter dan kegunaan dari barang akhir hingga pengembangan penerapan baru barang yang tidak terpakai. Seperti Kit Wash dan Wax yang merupakan penambahan wax (cairan pengkilat) pada shampo mobil yang ada sehingga kita tidak perlu membeli wax.

  • Pemanfaatan Produk dari Perusahaan lain.

Produk atau perusahaan baru dapat terbentuk sebagai perusahaan yang memanfaatkan produk dari perusahaan yang ada. Misalnya seorang pegawai pada perusahaan yang memproduksi cairan pembersih mobil berusaha mendapatkan tambahan penghasilan dengan membuat salon mobil panggilan pada malam hari atau hari libur dan konsumennya puas dan menjadi pelanggan tetap hingga penghasilannya melebihi penghasilan di kantor. Hal itu membuatnya memutuskan mendirikan salon mobil tetap.

Menurut penelitian di Amerika yang dilakukan oleh NFIB Foundation (1990), sumber ide untuk bisnis baru adalah sebagai berikut :[4]

*    Dari pekerjaan terdahulu (43%)

*    Hobi / Minat pribadi (18%)

*    Adanya kesempatan / peluang (10%)

*    Saran orang lain (8%)

*    Pendidikan /Kursus (6%)

*    Teman / Saudara (6%)

*    Bisnis keluarga (6%)

*    Lain-lain (3%)

 

 

  1. Asal Ide Bisnis

Proses terbentuknya sebuah usaha perusahaan yang normal akan melalui beberapa tahapan. Setidaknya ada 4 tahapan yang perlu dilalui:

  • Tahap timbulnya tahapan
  • Tahap uji kelayakan
  • Tahap aktualisasi
  • Tahap berprestasi

Biarpun tahap timbulnya ide usaha kelihatan sepele, tetapi tak jarang itu memakan waktu bertahun-tahun sebelum sebuah ide yang benar-benar terasa pas diperoleh. Dalam upaya mendapatkan ide yang bagus, biasanya terlibat beberapa jenis pendekatan. Pada umumnya, pendekatan-pendekatan itu ada disekitar hal-hal berikut:[5]

  1. Sesuai Hobi

Bidang usaha yang desesuaikan dengan hobi perusahaannya biasanya merupakan pilihan terbaik karena dua unsur terpenting sudah tercakup disini, yaitu unsur menyenangi dan unsur familiaritas. Hobi sudah pasti merupakan kesenangan pribadi seseorang, sedangkan pada umumnya setiap orang familier (mengenal dengan baik) dengan seluk beluk hobinya tersebut, bahkan malah menguasainya. Orang yang memiliki hobi pada bidang yang dapat dikomersilkan, biasanya gampang sekali maju. Misalnya hobi tanaman anggrek, bisa menjalankan bisnis tanaman anggrek yang kita tahu harganya mahal. Mereka yang hobi masak bisa mendirikan rumah makan, sedangkan yang berhobi elektronok atau otomotif bisa membuka bengkel atau biro teknik. Beberapa contoh dari teknopreneur yang memulai bisnisnya dari hobi antara lain: Steve Wozniak & Steve Jobs (Apple Computer), Bill Gates & Paul Allen (Microsoft), Michael Dell (Dell Computer).

  1. Sesuai Keahlian

Pendekatan lain yang paling sering dilakukan orang untuk membuka usaha adalah sesuai bidang keahlian yang dimiliki. Contohnya seorang insinyur sipil membuka usaha kontraktor. Seorang montir otomotif membuka usaha bengkel mobil dan motor. Beberapa dokter berkumpul untuk mendirikan praktek dokter bersama, yang sejak tahun 1986 banyak bermunculan di kota-kota besar. Pada pendekatan tersebut, yang bersangkutan belum tentu menyenangi bidangnya itu, tetapi ia memiliki keahlian karena kebetulan keadaan mengantarkannya untuk mempelajari keahlian bidang-bidang tertentu. Pendekatan seperti ini sebenarnya kurang ideal, terutama  bila si pengusaha memang tidak menyenangi bidang tersebut. Usaha yang tidak disertai rasa suka akan menimbulkan rasa tersiksa bagi pengusaha setiap kali dia melakukan pekerjaannya sehingga tidak diharapkan menghasilkan sesuatu yang baik. Demikian juga jika ia tidak menguasai  atau tidak familier dengan bidang usahanya, ia akan merasa kesulitan untuk membuat produk yang bermutu.

  1. Merupakan Usaha Warisan

Sebuah usaha yang sudah mapan, sering mendapatkan kesulitan pada saat harus melakukan alih generasi. Banyak perusahaan besar yang harus mengalami keruntuhan sewaktu terjadinya proses penyerahan tongkat estafet dari pendiri kepada anak-anaknya, atau dari generasi yang lebih tua ke generasi yang lebih muda. Di Amerika, kita saksikan keruntuhan kerajaan bisnis Dr.An Wang dengan Wang Laboratories Inc. atau Wang Computers-nya karena ia memaksakan alih generasi pucuk pimpinan perusahaan kepada anaknya yang ternyata tidak cukup piawai dalam memimpin perusahaan berskala internasional. Di Indonesia, dapat kita melihat William Suryadjaya yang telah merintis kelompok Astra ternyata harus ambruk sebelum melaksanakan suksesi akibat kasus Bank Summa. Kasus mewariskan atau menerima warisan perusahaan merupakan gejala umum yang wajar dan alamiah. Akan tetapi, perlu dipastikan juga apakan si pewaris memiliki dua unsur yang disebut di atas, yaitu “menyenangi” dan “menguasai” bidang usaha warisan tersebut. Jika tidak yakin, perlu dipertimbangkan pemanfaatan tenaga professional dari luar perusahaan. PT HM Sampoerna adalah contoh usaha warisan yang sukses.

  1. Pengalaman Bekerja

Ide kadang muncul dari pengalaman kerja. Misalnya seorang koki restoran hotel, dengan pengalamannya koki tersebut akhirnya membuka restoran sendiri. Atau seorang montir dengan pengalamannya berinisiatif membuka bengkel mandiri. Karena seseorang dengan pengalaman kerja selain kemampuan sudah sering diasah juga mempunyai pengalaman dalam memanajemen suatu perusahaan atau bisnisnya.

  1. Keinginan Membuat Inovasi Baru

Ini adalah pendekatan yang paling direkomendasikan untuk calon teknopreneur karena banyak manfaatnya. Terutama bila produknya itu benar-benar  orisinil atau belum pernah dibuat oleh orang lain, maka sejak pertama kali kegiatan pemasaran dilaksanakan sampai beberapa lama kemudian, ia akan relative bebas saingan. Selain itu, ia akan selalu diingat oleh konsumen sebagai pelopor pembuat produk inivatif. Hal itu akan membuatnya terbantu dalam pembentukan citra perusahaan atau citra merk (brand image). Untuk bisa mewujudkan pendekatan inovatif itu, pengusaha kecil lalu dituntut agar bisa kerja otak.

  1. Menyesuaikan dengan Kebutuhan Sekitar

Gagasan dapat muncul pada saat seseorang berada dalam situasi tertentu. Seperti contoh seseorang yang memiliki rumah di kawasan kampus, maka bisa mengubah rumahnya menjadi tempat kos. Begitu juga pengusaha yang jeli bisa menerjemahkan lingkungan sekitar menjadi lahan bisnis. Misalnya teknopreneur yang jeli akan melihat peluang dari penerapan undang-undang HAKI, sementara harga software Microsoft masih relative mahal. Kejelian seperti itu perlu dilatih sehingga setiap saat seseorang bisa memanfaatkan nalurinya untuk mencari peluang yang sesuai dengan situasi apapun dan dimanapun.

 

  1. Penyaringan ide

Dari sekian banyak ide yang didapat, kemudian dipilih ide produk apa yang paling baik untuk bisnis yang kita lakukan. Ada berbagai cara untuk melakukan pemilihan ide produk, dimana salah satu cara adalah dengan melakukan proses tahapan sebagai berikut dibawah ini :[6]

  • Macro Screening

Dari ratusan ide yang mungkin didapat, pilihlah sekitar 20 ide yang mempunyai potensi bisnis. Disini kriteria yang digunakan untuk memilih masih umum sekali, yaitu yang mempunyai potensi bisnis.

 

  • Micro Screening

Dari 20 ide produk yang ada, kemudian dipilih lagi menjadi 5 ide dengan menggunakan kriteria tertentu. Sebagai contoh kriteria dapat menggunakan beberapa faktor, misalnya :

*    Tersedianya pasar lokal

*    Tersedianya tenaga kerja lokal

*    Tersedianya bahan baku

*    Tersedianya teknologi

*    Mendapat prioritas dari pemerintah

*    Peluang di masa yang akan datang

*    Dan sebagainya.

Dengan adanya pemilihan bertahap tersebut, diharapkan kita dapat mempunyai alternatif beberapa ide produk yang akan dikembangkan lebih lanjut.

 

  1. Ide Berdasarkan Kompetensi

Menurut Dan & Bradstreet Business Credit Service (1993: 1), ada 10 kompetensi yang harus dimiliki seorang wirausaha, yaitu:[7]

Knowing your business, yaitu harus mengetahui usaha apa yang akan dilakukan.

Knowing the basic business management, yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis

Having the proper attitude, yaitu memiliki sikap yang benar terhadap usaha yang  dilakukannya.

Having adequate capital, yaitu memiliki modal yang cukup.

Managing finances effectively, yaitu memiliki kemampuan mengatur/ mengelola keuangan secara efektif dan efisien, mencari sumber dana dan menggunakannya secara tepat, serta mengendalikannya secara akurat

Managing time efficiently, yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin

Managing people, yaitu kemampuan merencanakan, mengatur, mengarahkan, menggerakan (memotivasi), dan mengendalikan’orang­orang dalam menjalankan perusahaan.

Satisfying customer by providing high, quality product, yaiturmemberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu, bermanfaat, dan memuaskan.

Knowing how to compete, yaitu mengatahui strategi/cara bersaing. Wirausaha harus dapat menganalisis SWOT dalam diri dan pesaingnya.

Copying with regulations and paperwork, yaitu pedoman yang jeias (tersurat, tidak tersirat).

 

 

  1. Berlatih menentukan ide

3 Jenis usaha yang populer diantara usaha-usaha yang lain:

  1. Usaha Bisnis Online

Bisnis online adalah sesuatu aktifitas bisnis baik jasa maupun produk yang ditawarkan melalui media internet mulai dari negoisasi hingga kegiatan transaksinya, seperti menjual software, ebook dan sejenisnya tanpa harus bertatap muka dengan customer.Saya sendiri cenderung lebih setuju apabila Bisnis Online didefinisikan sebagai “sesuatu aktifitas bisnis yang sebagian atau seluruh kegiatannya dilakukan melalui media internet” apapun jenis bisnisnya dari mulai menjual hasil bumi hingga mobil. Dengan kata lain meski kita hanya seorang marketing dari sebuah perusahaan dan melakukan aktifitas marketing melalui media internet, bisa disebut sebagai pelaku bisnis online.

  1. Usaha Jual Pulsa Elektronik & nomer HP

Bisnis pulsa Elektronik salah satu bisnis yang cukup menjanjikan karena modal yang cukup kecil tapi dapat menghasilkan laba yang cukup juga.Mengapa demikian ? Karena handphone adalah menjadi salah satu alat komunikasi yang sangat di butuhkan oleh semua orang, dan dapat memudahkan pekerjaan Anda. Maka itu orang sagat membutuhkan pulsa untuk mengisi saldo di dalam kartu tersebut. Dan jika Anda mempunyai keahlian service handphone, Anda bisa menambahkan penghasilan Anda sebagai terima servie handphone. Maka keuntungan Anda akan bertambah 2 kali lipat.

Nomer HP, sebagian orang ada yang yang fanatik pada nomer tertentu dan kadang di yakini bisa membawa hoki atau malah kadang ingin dipandang eksklusif. Sebenarnya inti dari bisnis nomer cantik itu tinggal kita pintar-pintar dan tau dimana mendapatkan nomer-nomer tersebut. Dalam bisnis ini gw pilih main yang nomer sejoli atau nomer pasangan, karena untungnya lebih gede. Target pasarnya bisa suami-istri, distributor pulsa, team sukses pilkada dan masih banyak lagi. Disini posisi anda adalah Reseller, atau menjual ulang, anda cari web penjual No Cantik, dan memasarkannya kembali.

 

  1. Usaha Rental Mobil

Bagi sebagian besar masyarakat, keperluan sewa mobil untuk merayakan hari-hari besar keagamaan atau hajatan merupakan syarat utama yang harus dipenuhi, baik itu untuk mudik maupun keperluan lainnya. Bahkan, aktivitas menggunakan jasa sewa mobil tersebut sudah menjadi tradisi selama ini, tentu dengan berbagai alasan dan pertimbangan dari para pemakainya. Hal ini, tentunya merupakan peluang bisnis yang sayang dilewatkan. Dalam bisnis ini, penyewa tidak bertanggung jawab terhadap perawatan mobil, namun Anda sebagai pemilik sangat berkepentingan terhadap kondisi mobil rental Anda. Karena itu, kunci sukses dari usaha rental mobil adalah menjaga biaya-biaya perawatan mobil untuk selalu minimal.

 

v  Ide Usaha Modal Kecil

Setiap orang pasti ingin Setiap orang ingin memiliki peluang usaha dengan modal kecil, dikarenakan banyaknya keuntungan yang akan diperoleh pemilik usaha tersebut dari peluang usaha ini. Antara lain tidak memerlukan modal yang besar , dengan adanya peluang usaha ini seseorang bisa memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa harus berada dibawah tekanan dan ikatan seperti layaknya seorang pegawai perusahaan.

Jenis usaha dengan modal kecil yang menjanjikan menjadi sasaran pelarian para pencari kerja yang belum juga memperoleh pekerjaan. Usaha dengan modal kecil menjadi pilihan utama mereka dikarenakan tidak semua orang dapat memperoleh pinjaman modal dengan jumlah yang besar.

Wiraswasta modal kecil,membuka usaha,belajar usaha,usaha kecil sukses,ide usaha modal kecil,usaha kecil yang menjanjikan,bisnis makanan dengan modal kecil,ide usaha kreatif,usaha menguntungkan,bingung mau usaha apa,Sebenarnya peluang usaha itu ada dimana-mana, tinggal kita bisa melihat celah apa tidak. Dan seperti yang saya bilang diatas gak semua usaha itu butuh modal gede, ada juga usaha yang tanpa modal tapi bisa ngasih penghasilan gede. Emang sich, kalo tanpa modal kita harus bekerja agak keras, dibandingkan ama yang pake modal gede. Nah dibawah ini saya akan share beberapa Ide Usaha Modal Kecil yang bisa anda ikuti, bagi anda yang bingung mau usaha apa mungkin bisa dijadikan langkah awal.

 

10  Usaha yang paling banyak diminati oleh para pengusaha kecil :

  1. Londry

Usaha Laundry dapat dikatakan sebagai cara untuk meringankan beban kerja mengurus rumah terutama ibu rumah tangga, seperti mencuci, mengeringkan hingga menyetrika dan bagi para mahasiswa dan mahasiswi yang mungkin tidak punya waktu untuk mencuci pakaian.

  1. Usaha Gorengan

Gorengan adalah makanan ringan yang banyak digemari hampir semua kalangan. Banyak berbagai macam jenis gorengan yang telah populer seperti, tempe goreng, tahu isi, pisang goreng, ubi goreng, bakwan, cireg,tape goreng. Prospek usaha gorengan pun akan bagus jika mampu mengembangkan resep yang lebih inovatif dan unik dari jenis gorengan yang sudah ada.

  1. Suplier Makanan Ringan (camilan) & kue kering

Menjadi supplier camilan, bisnis ini sangat mudah dijalankan, dan modal usaha yang dibutuhkan juga kecil. Bisa jadi tanpa mengeluarkan uang sepeserpun, anda tinggal menghubungi yang menjual cemilan, dan menawarkan akan menjual Cemilannya, harga bisa sedikit dinaikkkan.

Kue kering seperti nastar, lidah kucing, putri salju dan aneka kue kering lainnya dapat di jadikan bisnis dan usaha untuk Anda karena modalnya tidak cukup banyak karena Anda cukup membeli bahan – bahan kue, toples plastik, kemasan plastik dan lainnya. Dan kue kering ini dapat bertahan lama, dan tidak mudah basi, yang penting tutup rapat kue tersebut di dalam toples plastik tersebut.

  1. Usaha bimbingan belajar

Bisnis bimbingan belajar ini bisnis yang bagus. Selama masih ada sekolah. Dan setelah diterapkan standar nilai minimal dalam kelulusan. Membuat orang tua dan murid, mau tidak mau harus mengejar target tersebut supaya nilai dan pengetahuan anak semakin bertambah.

  1. Bisnis warung sembako

Kebutuhan masyarakat akan sembako (sembilan bahan pokok) menjadi lahan bisnis yang cukup menguntungkan. Tidak seperti peluang bisnis lainnya, bisnis sembako tidak mengenal kata musiman. Sebab produk sembako akan tetap dibutuhkan masyarakat setiap hari. Jadi tidak salah bila Anda mencoba membuka bisnis sembako dari rumah.

  1. Percetakan buku/undangan

Suatu jenis usaha yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Terutama dalam beberapa tahun terakhir ini, bisnis percetakan semakin berkembang dengan pesat hal ini dapat dilihat dari munculnya pemain-pemain baru dalam bisnis ini baik itu sales atau marketing percetakan dan juga pengusaha-pengusaha baru dalam bisnis ini (hal ini berdasarkan pengamatan di daerah saya). Apalagi sekarang ditunjang dengan semakin banyak dan majunya teknologi pendukung dari bisnis percetakan ini. Diantaranya adalah untuk proofing warna sudah menggunakan mesin printer yang kualitas hasil cetaknya 90% sudah mirip dengan hasil cetak. Dan juga semakin banyaknya pengusaha yang membuka bisnis repro untuk film separasi warna.

  1. Bisnis Jasa Fotocopy

Jasa foto copy sangat berguna untuk semua orang, terlebih pada para siswa dan guru, mahasiswa dan mahasiswi, sehingga bisnis tersebut akan sangat menghasilkan bagi para pembuka usaha foto copy. Dan jika letak tempat foto copy tersebut disekitar sekolah atau atau kampus akan sangat strategis.

  1. Bisnis Event Organizers

Event organizer merupakan usaha penyelenggaraan kegiatan. Prinsipnya usaha ini mengelola sumber daya manusia untuk membuat sebuah acara. EO sanggup menangani acara mulai dari ulang tahun, wedding party, seminar, outbound training, promo perusahaan, launching produk, hingga penyelenggaraan acara olah raga dan konser musik internasional. Tapi biasanya masing-masing EO memiliki spesifikasi kegiatan yang ditangani.

  1. Usaha cuci motor

Bisa di jadikan salah satu pilih untuk membangun usaha dengan modal kecil. Yang hanya harus Anda miliki peralatan cuci motor tersebut adalah Anda hanya butuh membeli kompresor, shampo motor, untuk masalah lokasi Anda bisa memanfaatkan pekarangan rumah Anda, air dan lainnya.Dan jika mungkin modal Anda cukup, Anda bisa membuaka steam mobil, karena akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi.

  1. Usaha potong rambut pria

Potong rambut adalah usaha yang termasuk tidak banyak membutuhkan modal uang, namun membutuhkan modal ketrampilan yang cukup tinggi. Seorang pemotong ramput pria hanya membutuhkan beberapa alat-alat seperti, kaca, gunting, cater, sisir, handuk dan sikat pembersih. Dengan beberapa alat tersebut seseorang yang mempunyai keterampilan memotong rambut sudah bisa membuka usaha sederhana di rumah.

BAB III
KESIMPULAN

Ide bisnis merupakan usaha untuk menemukan suatu gagasan yang nantinya dapat menjadi suatu langkah awal dalam menentukan bisnis apa yang akan dibangun. Ada beberapa sumber ide bisnis, diantaranya konsumen, perusahaan yang sudah ada, saluran distribusi, pemerintah, penelitian dan pengenbangan. Proses terbentuknya sebuah usaha perusahaan yang normal akan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap timbulnya tahapan, tahap uji kelayakan, tahap aktualisasi, tahap berprestasi.

Ide bisnis tidaklah muncul dengan sendirinya, ada beberasa alasan sehingga ide bisnis bisa muncul. Hal ini kemudian disebut asal ide bisnis, diantaranya adalah sesuai hobi, sesuai keahlian, merupakan usaha warisan, dari pengalaman bekerja, keinginan menciptakan inovasi baru, dan menyesuaikan kebutuhan pasar. Maka setelah ide gagasan muncul, perlu diadakan proses scanning yang terdiri dari micro scanning dan macro scanning. Proses ini berfungsi unruh memilah-milah ide bisnis yang akan kita kelola. Dengan adanya pemilihan bertahap tersebut, diharapkan kita dapat mempunyai alternatif beberapa ide produk yang akan dikembangkan lebih lanjut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Nasution, Arman Hakim.2007.Entrepreneurship;Membangun Spirit Teknopreneurship.ANDI:Yogyakarta

Alma, Buchari.2004.Kewirausahaan.PT Alfabeta:Bandung

Chandra, Purdi E.2004.Teknopreneur Kreatif. http://www.purdiechandra.com

Fitriyani, Ulfa.2006.Pengaruh Kreatifitas dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Akademik dan Entrepreneurial dengan Menggunakan Metode Struktural Equation Modelling (Studi Kasus Mahasiswa S1 Reguler Angkatan 2002 ITS).Tugas Akhir Jurusan Teknik Industri ITS:Surabaya

Hakim, Rusman.1998.Dengan Entrepreneur Menepis Krisis.Gramedia:Jakarta

http://www. EntrepreneurShip.com

 

 

 


[1]  Nasution, Arman Hakim.2007.Entrepreneurship;Membangun Spirit Teknopreneurship.ANDI:Yogyakarta

[2]  http://www.EntrepreneurShip.com

[3]  Alma, Buchari.2004.Kewirausahaan.PT Alfabeta:Bandung

[4]  Chandra, Purdi E.2004.Teknopreneur Kreatif. http://www.purdiechandra.com

[5]  Nasution, Arman Hakim.2007.Entrepreneurship;Membangun Spirit Teknopreneurship.ANDI:Yogyakarta

[6]  Fitriyani, Ulfa.2006.Pengaruh Kreatifitas dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Akademik dan Entrepreneurial dengan Menggunakan Metode Struktural Equation Modelling (Studi Kasus Mahasiswa S1 Reguler Angkatan 2002 ITS).Tugas Akhir Jurusan Teknik Industri ITS:Surabaya

[7]  Hakim, Rusman.1998.Dengan Entrepreneur Menepis Krisis.Gramedia:Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s