“trendy” gadis-gadis desa

ini cerita tentang gadis-gadis desa..

gadis-gadis yang dulunya polos dan lugu namun termakan oleh jaman..

sekiranya tidak salah, trendy yang sering-sering mereka sebut. maka muncullah tingkah polah, kelakuan, bahasa dan busana yang trendy, seperti yang mereka bilang.

waktu itu aku sedang pulang ke kampung. aku ini anak perantauan, merantau di kota tengah-tengah Jawa, masih istimewa pula. belajar mengais ilmu sendiri, seperti anak ayam yang baru disapih induknya.

aku temui keponakan perempuanku yang waktu itu kelas 2 STM, setingkat SLTA.

“mbak, bantu aq nyemir rambut” katanya..

ak perhatikan rambutnya pirang kecoklatan tidak rata. ketika berada di terik matahari baru terlihat merah membakar. jadi teringat cerita ratu siluman ular yang dikepalanya menyembur api ketika sedang ngamuk, husy.

“bisa-bisa aku besok tidak boleh ikut ujian percobaan tryout kalau rambutku masih seperti ini” katanya lagi.

maka aku bantu juga akhirnya menyemir rambutnya dengan berbagai macam pikiran tidak karuan. satu hal yang aku pkirkan pada waktu itu adalah aku telah bersedia menjadi manusia berdosa demi membantu ujian percobaan tryout keponakanku. apa bisa dibilang pengorbanan kalau itu terjadi atas dasar kebodohan semata. jelas keponakanku sengaja menyemir rambutnya dengan warna pirang kecoklatan kurang jelas, kemudian dengan sengaja pula menyemir dengan warna hitam, aku pula yang menyemir hitam, tanpa bisa melawan. sementara jelas dalam agamaku Islam, menyemir rambut diperbolehkan kecuali yang berwarna sama dengan rambut aslinya. dan aku melanggar ajaran agama ku, dengan sengaja, dengan tanpa perlawanan. kalau keadaannya seperti itu lantas bagaimana hukum menyikapi? bisa dimaafkan atau tidak? entahlah, akan aku tanyakan pada sahabatku yang aku rasa mampu dalam bidang ini. dan kurang lebih begini jawabannya ketika aku tanyakan perkara ini:

“kalau bicara masalah dosa atau tidak aku tak bisa menentukan, itu urusan Yang Kuasa. tapi kalau rambut disemir dengan warna sama dengan warna asli rambut tersebut itu namanya melawan kodrat. misalnya rambut hitam, maka dilarang disemir hitam. karana Yang Kuasa sudah menciptakan dengan warna hitam, apa masih karang hitam? lagipula dari segi kesehatan pun tidak baik apabila rambut sering disemir ganti-ganti warna”

luar biasa memang sahabatku yang sati ini. Muhammad Fatkhurrohan namanya, dulu pernah nyantri di Tebu Ireng Jombang. anak didiknya Gus Dur. sudah tak usah aku critakan lagi kalau sudah begitu.

inti dari semua yang aku tulis diatas adalah kata “trendy”. yang bisa menciptakan kontruksi budaya dikalangan gadis-gadis desa. aku berdecak kagum, begitu sentimentil bangsa kita ini memaknai kata yang mereka sebut “trendy”. amat disayangkan, keponakanku sendiri ikut arus dalam kehidupan trendy “mereka”.

itu masih cerita kecil diantara banyak cerita-cerita perempuan-perempuan desa. siapa tau ada yang lebih mengherankan lagi, menyembah kata trendy atau meyakini trendy sebagai agama mereka misalnya. begitu cepat bangsa ini maju dalam pikirannya. pikiran tanpa dasar yang perlu di rubah oleh bangsanya sendiri.

selamat berjuang bangsaku!! melawan pikiranmu sendiri..!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s