Segmen Pasar_Manajemen Pemasaran

PASAR DAN PEMASARAN

(MENGIDENTIFIKASI SEGMEN PASAR DAN MEMILIH PASAR SASARAN)

MAKALAH

Diajukan guna memenuhi tugas
dalam mata kuliah Manajemen Pemasaran

Disusun oleh:

Galuh Tri Pambekti (10390008)

Dosen:

JOKO SETYONO

 

KEUANGAN ISLAM
FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2011

  1. A.   PENDAHULUAN

 

Dudley Riqgs adalah generasi keempat dari keluarga sirkus Inggris. Tidak lama kemudian membuka kedai kopi tidak jauh dari kampus University of Minnesota. Di sana Riggs dan beberapa temannya membentuk kelompok hiburan, Dudley Riggs Brave New Workshop, yang mementaskan obrolan satire dan humor improvisasi. Selama bertahun-tahun mengalami kemajuan dan melatih para aktor serta penulis berbakat hingga terkenal di AS. Meskipun sukses Riggs merasa tidak puas, terlalu banyak tempat duduk yang kosong dan terlalu banyak penduduk Twin City yang belum pernah melihat penampilan teaternya.

Dalam upaya mempelajari lebih banyak tentang calon pengunjung, Riggs menggerakkan study riset pemasaran. Para peneliti menyarankan agar Riggs memusatkan upaya pemasarannya pada orang-orang yang suka menonton teater, yaitu orang-orang berusia pertengahan (26-45), orang-orang dengan pendapatan tinggi, memiliki pendidikan yang baik, dan orang-orang pekerta kerah putih/pegawai/mahasiswa. Data itu juga menemukan bahwa tiga tipe  penonton teater memiliki alasan yang berbeda-beda. Strategi Riggs memperluas penontonnya dari ketiga kelompok ini, terutama kaum hedonis. Riggs dapat meningkatkan melalui kampanye promosi yang menjelaskan dan mendemonstrasikan humor satire yang disampaikan di sana. Selanjutnya Riggs menetapkan harga karcis yang relatif rendah, mempromosikan fakta bahwa orang-orang bisa mengunjungi pertunjukan langsung dengan harga yang sama seperti di bioskop dan menggunakan spot iklan koran dan acara musik rock serta kontemporer stasiun radio untuk mengkomunikasikan pesan ini.[1]

Contoh Dudley Riggs menggambarkan tiga konsep pemasaran yang saling berkaitan, yaitu segmentasi pasar, penetapan pasar sasaran dan penentuan posisi produk. Segmentasi pasar adalah proses di mana pasar dibagi menjadi para pelanggan yang terdiri atas orang-orang dengan kebutuhan dan karakteristik yang sama yang mengarahkan mereka untuk merespon tawaran produk atau jasa dan program pemasran strategis tertentu dalam cara yang sama. Dalam contoh Brave New Workshop, para peneliti membagi populasi total menjadi penonton teater dan bukan penonton. Kemudian mensegmen para penonton teater menjadi tiga kelompok menurut manfaat yang dilihat setiap kelompok dari mengunjungi teater dan kepentingan relatif yang mereka peroleh terhadap berbagai kriteria pilihan (misalnya harga dan lokasi) yang mungkin mereka gunakan dalam memutuskan teater mana yang akan dikunjungi. Kemudian menggambarkan karakteristik  domografi setiap segmen (misalnya usia, pendapatan, dan pendidikan).

Karena tidak satupun teater mampu memuaskan kebutuhan seluruh segmen, Riggs harus memutuskan segmen mana yang akan menjadi sasaran. Setelah mengevaluasi  daya tarik relativ setiap segmen (ukuran, potensi penghasilan, dan tingkat pertumbuhan), manfaat masing-masing segmen, dan sumber daya relatif bengkel kerja, Riggs memutuskan untuk menjadikan kaum hedonis sebagai sasaran. Proses ini yang disebut penetapan pasar sasaran. Akhirnya, penentuan posisi produk melibatkan merancang tawaran produk dan program pemasaran yang menciptakan keunggulan kompetitif dalam pasar sasaran.[2]

Ketiga kerutusan ini sangat berkaitan dan memiliki kesalingtergantungan yang kuat. Ketiganya harus diputuskan dan diterapkan dengan tepat ika perusahaan ingin berhasil dalam mengola hubungan produk pasar tertentu. Lebih-lebih perusahaan-perusahaan yang sukses mampu meningkatkan hubungan ini dan membuat lompatan jauh dibanding para pesaing mereka.

 

  1. A.    SEGMENTASI PASAR

Dasar Pemikiran Segmentasi Pasar

            Karena pasar tidak homogen dalam manfaat yang diinginkan, tingkat pembelian, dan elastisitas harga dan promosi, tingkat tanggapannya terhadap produk dan program pemasaran menjadi berbeda. Variasi antar pasar dalam preferensi produk, ukuran dan pertumbuhan dalam permintaan, kebiasaan media, dan struktur persaingan selanjutnya mempengaruhi perbedaan-perbedaan itu dan tingkat tanggapan. Jadi, pasar ,merupakan lembaga kompleks yang dapat didefinisikan (disegmenkan) dalam berbagai cara. Isu kritisnya adalam menemukan skema segmentasi yang tepat yang akan mendukung penetapan pasar sasaran, penentuan posisi produk, dan perumusan strategi dan progam pemasaran yang sukses.

 

Semakin Pentingnya Segmentasi

Segmentasi pasar menjadi semakin penting dalam pengembangan strategi pemasaran karena bebrapa alasan:

  • Pertama, pertumbuhan populasi kian menurun, dan semakin banyak produk pasar yang mencapai tahap kedewasaan. Hal ini pada gilirannya mencetuskan persaingan yang lebih ketat ketika perushaan mengejar pertumbuhan dengan menguasai pangsa pasar dan juga dalam meningkatkan perluasan merk.
  • Kedua, kekuatan sosial dan ekonomi mendorong meningkatnya pendapatan perseorangan, tingkat pendidikan yang lebih tinggi, dan kesadaran yang lebih banyak tentang dunia yang memproduksi pelanggan dengan kebutuhan, selera, gaya hidup yang lebih bervariasi dan canggih dibanding sebelumnya. Ini menyebabkan membanjirnya produk dan jasa yang saling bersaing untuk memperoleh peluang memuaskan sebagian kelompok konsumen.
  • Ketiga, teknologi baru seperti desain yang dibantu komputer telah memungkinkan perusahaan membuat produk-produk seperti jeans dan mobil berdasarkan pesanan. Sebagai misal, Mazda menggunakan sistem produksi fleksibel yang dapat memproduksi delapan model mobil pada lini produksi yang sama. Ini memungkinkan perusahaan itu untuk memproduksi mobil berdasarkan pesanan.

 

Manfaat Segmentasi Pasar

Selain untuk memperkuat perusahaan dalam menghadapi kenyataan yang ada di pasar, segmentasi menawarkan manfaat-manfaat berikut:

  • Segmentasi mengidentifikasi pengembangan produk baru.

Seringkali analisis yang hati-hati tentang berbagai segmen pelanggan potensial menunjukkan satu atau lebih kelompok yang memiliki kebutuhan-kebutuhan dan minat spesifik tidak dipuaskan dengan baik oleh tawaran-tawaran pesaing. Segmen yang terbuka ini menunjukkan peluang yang menarik untuk pengembangan produk baru atau pendekatan pemasaran yang inovatif. Jadi, misalnya Toshiba masuk kepasar pemindai medis diasnogtis CAT Amerika Utara dan Eropa dengan menarget para pelanggan yang memiliki kebutuhan sederhana berupa standar diagnostik, yang membutuhkan daya yang lebih kecil melawan unit-unit tampil lengkap yang dibuat oleh GE dan Siemen’s. Para pesaing kurang tanggap, karena ketidak percayaan mereka bahwa segmen itu ada.[3]

  • Segmen membantu dalam mendesain program-program pemasaran yang paling efektif untuk mencapai kelompok pelanggan yang homogen.

Sebagai contoh, dengan mengidentifikasi dan memusatkan perhatian pada kaum hedonis, Dodley Riggs menetapkan kebijakan penentuan harga yang sesuai dengan kondisi ekonomi mereka, media iklan yang dapat mencapai mereka dengan efektif, dan daya tarik iklan yang dirancang untuk menarik minat mereka yang unik.

  • Segmentasi memperbaiki alokasi strategi sumber daya pemasaran.

Segmen-segmen yang didefinisikan dengan baik, ketika berpadu dengan produk-produk spesifik, bertindsk sebagai pusat investasi potensial untuk bisnis. Hanya sedikit perusahaan yang memiliki sumber daya atau kekuatan kompetitif untuk memuaskan semua segmen dalam pasar tertentu. Bahkan ketika mereka bisa, mereka masih harus menentukan pengalokasian yang tepat dari sumber daya antar segmen. Yang paling dramatis, strategi bisnis yang sukses adalah berdasarkan segmentasi pasar dan mengkonsentrasikan sumber daya dalam segmen yang lebih menarik.

Identifikasi Segmen Pasar

Tujuan proses segmentasi adalah membagi pasar menjadi kelompok homogen dari calon pembeli produk atau jasa berkaitan dengan permintaan mereka. Idealnya, penyimpangan-penyimpangan dalam kelompok-kolompok ini sehingga anggota-anggotanya dapat segera diidentifikasi, menentukan ukuran/nilai seyiap kelompok, dan menjelaskan perbedaan-perbedaan dalam kebutuhan pelanggan. Kiranya kriteria segmentasi (desebut deskriptor) akan mendukung tujuan.

Para pemasar membagi deskriptor segmentasi menjadi empat kategori untuk pasar konsumen dan industrial, yaitu deskriptor fisik, deskriptor perilaku yang berkaitan dengan orang atau perusahaan, deskriptor perilaku yang berkaitan dengan produk, dan deskriptor kebutuhan konsumen.

Deskriptor Fisik, deskriptor ini terutama digunakan untuk menggambarkan konsumen (bukan organisasi) berdasarkan faktor-faktor demografi. Deskriptor fisik juga penting dalam segmentasi pasar industrial yang disegmen dalam dua tahap. Pertama, segmen  makro, membagi pasar berdasarkan karakteristik organisasi-organisasi yang membeli dengan menggunakan diskreptor seperti geografi, lokasi, ukuran perusahaan, dan afiliasi industri (kode SIC). Tahap kedua, segmen mikro, yaitu mengelompokkan pelanggan berdasarkan karakteristik individual yang mempengaruhi keputusan pembelian berdasarkan karakteristik individual yang mempengaruhi keputusan pembelian (misalnya usia, jenis kelamin, dan posisi dalam organisasi).

Deskriptor perilaku umum, deskriptor ini mencoba menghasilkan pemahaman yang lebih baik mengenai mengapa dan bagaimana konsumen berperilaku di pasar. Deskriptor perilaku yang paling umum adalah gaya hidup (psikografis) dan kelas sosial (social class).

Deskriptor perilaku industrial, deskriptor segmentasi struktur pembelian dan situasi pembelian adalah unik untuk pasar industrial. Struktur pembelian (purchasing structure) adalah derajat dimana kegiatan pembelian dipusatkan. Dalam struktur pembelian pembeli biasanya mempertimbangkan semua transaksi dengan pemasok tertentu pada basis global, menekankan penghematan biaya, dan resiko minimal.Dalamsituasiterdesentralisasi, pembelididoronguntuklebih sensitive terhadapkebutuhanpengguna, menekankanmutuprodukdanpengiriman yang cepat, dankurangmemperhatikanbiaya.

Deskriptorsitusipembelian, meliputitigajenissituasi: pembelianulanglangsung, situasiulangan yang ditanganidenganprosedurrutin; pembelianulang yang dimodifikasi, yang terjadi ketika beberapa unsure seperti harga dan jadwal pengiriman berubah dalam hubungan klien pemasok; dan pembelian tugas baru, yang membutuhkan pengumpulan informasi yang dapat dipertimbangkan dan evaluasi pemasok-pemasok alternatif.

Deskriptor perilaku yang berkaitan dengan produk, descriptor ini mencerminkan perilaku pelanggan terhadap produk tertentu.Deskriptor ini mencakup penggunaan produk, kesetiaan, pradisposisi pembeli, dan pengaruh pembeliaan yang semuanya dapat digunakan untuk mensegmen pasar konsumen dan pasar industrial.

 

Syarat-Syarat Segmentasi  yang  Efektif

            Skema segmentasi yang efektif dan berguna seharusnya mendefinisikan segmen pasar yang memenuhi empat kriteria: [4]

  • Ukuran yang tepat (adequate size), yaitu calon pelanggan yang memadahi dalam setiap segmen. Melibatkan trade-off antara keseragaman pelanggan dan pengaruh skala.
  • Dapat diukur (measureability), penggunaan variable-variabel yang bisadiukur sebagai basis segmentasi. Kebutuhan terhadap kombinasi descriptor konkret (missal, umur) dan abstrak.
  • Mudah dicapai (accessibility), segmen-segmen didefinisikan untuk mendukung menargetkan upaya-upaya pemasaran. Variabel-variabel segmentasi harus mengidentifikas ianggota-anggota yang dapat mendukung kontak mereka.
  • Tanggapan yang berbeda (different response), segmen-segmen harus mendagapi secara berbeda satu atau lebih variable pemasaran. Variabel-variabel segmentasi harus memaksimalkan perbedaan perilaku antarsegmen.

 

 

 

 

  1. B.     ANALISIS PASAR SASARAN

 

MenganalisisdanMemprioritaskanPasarSasaranPotensial

           

Tahap 1. Memilih daya tarik pasar dan faktor-faktor kekuatan bisnis. Evaluasi daya tarik pasar tertentu dan evaliasi kekuatan posisi kompetitif sekarang atau posisi kompetitif potensial perusahaan di dalamnya secara alami membangun analisis peluang. Para manajer dapat menilai kedua dimensi berdasarkan informasi yang diperoleh dari analisis lingkungan, segmenkonsumen, situasi persaingan, dan estimasi potensi pasar.

Tahap 2. Memberi bobot setiap daya tarik dan factor kekuatan bisnis. Bobot angka dicantumkan kesetiap factor untuk mengindikas isetiap kepentingan relative. Sebaga icontoh, manajer-manajer pemasaran perusahaan makanan raksasa member bobot dan penilaian factor daya tarik pasar dan kekuatan bisnis.

Taha 3-4.   Memeringkat setiap segmen berdasarkan daya tarik pasar dan kekuatan perusahaan. Tahap ini mensyaratkan bahwa setiap segmen pasar dinilai berdasarkan daya tariknya dan kekuatan perusahaan (dengan memaka iskala 0 sampai 10). Dalam kasus perusahaan yang memproduksi makanan kemasan, pasarnya memiliki nilai daya tarik dan kekuatan bisnis. Atas dasar skor yang kuatini, manajer menganggap posisi kompetitifnya sangat kuat. Manajemen seharusnya sangat mempertimbang kan untuk melakukan investasi demi meraih, atau mempertahankan posisi yang kuat (pangsa pasar yang tinggi).

Tahap 5. Memproyeksikan posisi masa depan pasar. Meramalkan masa depan pasar jauh lebih sulit dibanding menilai kondisi sekarang. Para manajer seharusnya menentukan terlebih dahulu bagaimana daya tarik pasar biasanya berubah selama tiga atau lima tahun mendatang. Titik awal untuk penilaian ini adalah analisis produk pasar termasuk pertimbangan atas pergeseran dalam kebutuhan dan perilaku pelanggan, masuk atau keluarnya pesaing, dan perubahan-perubahan dalam strategi mereka. Para manajer juga harus mengarahkan beberapa isu yang lebih luas, seperti perubahan-perubahan dalam produk atau teknologi proses, pergeseran dalam iklim ekonomi, dampak trend social atau polotik, dan pergeseran dalam kekuatan tawar menawar atau integrasi vertical pelanggan.

Tahap 6. Mengevaluasi implikasi untuk memilih pasar sasaran dan mengalokasikan sumber daya.  Para manajer seharusnya hanya mempertimbangkan sebuah pasar untuk menjadi sasaran yang diinginkan jika sangat positif pada paling tidak salah satu dua dimensi daya tarik pasar dan posisi kompetitif potensial dan setidaknya cukup positif pada dimensi yang lain. Akan tetapi, suatu perusahaan dapat memutuskan masuk kepasar yang ada ke sel tengah bawah kondisi-kondisi berikut:

  • Para manajer percaya bahwa daya tarik pasar atau kekuatan kompetitif mereka akan meningka tdalam beberapa tahun mendatang.
  • Mereka melihat pasar sebagi batu loncatan untuk masuk ke pasar yang memiliki daya tarik yang lebih besar di masa depan.
  • Biaya-biaya bersama ada, meskipun memberikan manfaat pada sel yang lain.

 

 

Strategi Pemantapan Sasaran

Jumlah strateg idapat memandu pilihan pasar sasaran manajer. Tiga strategi yang paling sering digunakan ialah:[5]

v  Strategi Pasar Masal

Suatu perusahaan dapat menerapkan strategi pasar masal dalam dua cara. Pertama, perusahaan dapat mengabaikan semua perbedaan segmen dan mendesain program pemasaran dan produk tunggal yang akan menarik sejumlah besar konsumen. Obyek primer strategi ini adalah mencapai volume yang memadahi untuk mendapatkan skala ekonomis dan keunggulan biaya. Strategi ini membutuhkan sumber daya mendasar, termasuk kapasitas produksi, dan kemampuan pemasaran masal yang baik. Konsekuensinya, strategi ini lebih tepat dilakukan oleh unit bisnis yang lebih besar atau unit bisnis yang memiliki korporasi induk yang memberikan dukungan yang memadahi.
Pendekatan kedua untuk pasar masalah dalam merancang produk dan program pemasaran terpisah untuk segmen-segmen yang berbeda. Ini sering disebut pemasaran serba aneka (different marketing).

 

v  Strategi Ceruk Pasar

Strategi ini melayani satua tau lebih segmen yang terdiri atas sejumlah pelanggan yang mencari manfaat yang sangat khusus dari produk dan jasa. Strategi ini dirancang untuk mencegah persaingan langsung dengan perusahaan-perusahaan besar yang sedang memburu segmen yang kebih besar.

 

v  Strategi Pasar Pertumbuhan

Perusahaan-perusahaan yang menjalankan strategi pasar pertumbuhan menargetkan satu atau lebih segmen yang berkembang dengan pesat, meskipun tidak terlalu besar. Strategi ini disukai oleh para pesaing yang lebih kecil untuk mencegah konfrontasi langsung dengan perusahaan-perusahaan besar sambil membangun jumlah penjualan dan pangsa untuk masa depan.  Akan  tetapi strategi ini biasanya membutuhkan kemampuan litbang dan pemasaran yang tangguh untuk mengidentifikasi dan mengembangkan produk yang akan menarik segman pengguna yang baru muncul, ditambah sumber daya untuk menandai pertumbuhan yang cepat. Namun demikian, masalahnya adalah bahwa pertumbuhan yang cepa tmenarik pesaing-pesaing besar.

 

 

MEMILIH PASAR SASARAN DI ARENA INTERNASIONAL

 

Sebagai perusahaan go internasional untuk mempertahankan posisi mereka melawan pesaing-pesaing global yang secara konstan berusaha mencari kelemahan. Ini mendorong perusahaan untuk menargetkan negara-negara maju utama (America serikat, jepang dan negara-negara Eropa Barat). Alasannya disini adalah bahwa pesaing global dapat menyerang pasar dalam negri dengan menurunkan harga, yang biaya disubsidi oleh laba yang dihasilkan dimanapun di dunia. Jika perusahaan yang bertahan hanyalah pemain domestik, ia harus menanggapinya dengan memangkas harga pada seluruh volume penjualannya, sedangkan perusahaan penyerang harus melakukan hal yang sama hanya pada sebagian penjualan totalnya.

Untuk mencegah serangan atau meminimalkan dampaknya, perusahaan harus memiliki kapasitas untuk memukul balik dalam pasar dimana penyerang rentan. Sebagai misal, Caterpillar, melalui modal ventura dengan Mitsubishi heavy industries, selama 30 tahun terakhir ini melakukan investasi penting di Jepang untuk mencegah pesaing Jepang mereka , komatsu,  semakin kuat di pasar dalam negeri, dan mengambil alih lumbung keuntungan mereka. Had cat tidak begitu sukses dalam hal ini, karena Komatsu mampu bersaing lebih agresif dengan Cat tidak hanya di America Serikat tapi juga di pasar-pasar dunia lainnya.

Alasan lain mengapa perusahaan melebarkaan sayapnya ke luar negeri dan menargetkan negara tertentu adalah untuk melayani para pelanggan yang juga terlihat dalam ekspansi global. Pada tahun-tahun belakangan ini, perusahan-perusahaan mobil Jepang telah menciptakan fasilitas pabrikasi AS menyadarkan sebagian pemasok suku cadang mereka untuk melakukan hal yang sama. Perusahaan-perusahaan juga masuk ke pasar luar negeri untuk terlibat dalam perdagangan internasional dalam beberapa kasus, disubsidi oleh pemerintah.

Penilaian satu atau lebih negara-negara sasaran dipengaruhi oleh adanya mitra yang tepat. Sebagian misal, Kellog’s bermitra dengan perusahaan Eropa sejak tahun 1920-an dan mengendalikan kira-kira separuh pasar. General Mills, pesaing utama Kellog’s, telah menunggi lama untuk masuk ke pasar eropa, tapi untuk itu dibutuhkan pengambilalihan yang mahal karena Kellog’s sudah menguasai pangsa pasar yang besar. Jalan keluarnya adalah masuk dalam modal ventura ( cereal Partners World Wide) dengan Nestle, yang tidak memiliki produk-produk sereal tapi mempunyai sistem distribusi yang tangguh. Perancis, Spanyo, dan Portugal menjadi pasar sasaran awal bagi Honey Nut Cheerios dan Golden Grahams-nya General Mills.

Selain itu, pemilihan pasar sasaran intenasional secara mendasar mengikuti prosedur yang sama seperti halnya pasar domestik, meskipun berdasarkan besaran ekonomi, sosial, dan perubahan politiknya, perusahaan-perusahaan harus menaruh perhatian yang lebih besar pada risiko politis.

 

 

 

 

ISU-ISU ETIKA DALAM PENETAPAN PASAR SASARAN

                                                                                            

  1. A.    Isu-isu Pemasukan

            Dalam upaya mempermudah pesan iklan, para pemasang iklan sering memilah stereotipe yang diinginkan. Ini mencakup streotipe peran jenis kelamin, ras, atau umur. Jadi, gambaran wanita sebagai objek seks (model berpakaian bikini dikalender) dan, umumnya, sebagai bawahan pria dianggap melecehkan harkat kemanusiaan dan ofensif. Membalikan gambaran ini, dengan kaum pria sebagai objek seks dan figur kekuasaan, meningkatkan kecemasan beberapa kelompok.

Dewasa ini, ada peningkatan dalam menargetkan kelompok-kelompok minoritas untuk kepentingan produk-produk seperti rokok dan alkohol. Dalam beberapa kasus, serangan balasan terhadap penetapan sasaran itu mendorong perusahaan-perusahaan individual (dan keseluruhan industri) untuk membatalkan atau memodifikasipraktek-praktek penetapan sasaran mereka (misalnya, produsen bir yang mengurangi program-program pemasaran mereka yang menargetkan para pelajar dan mahasiswa selama musim semi) dan/atau menekankan modernisasi (minuman yang bertanggungjawab). Tapi seseorang masih menanyakan etika menggunakan pahlawan olahraga sebagai model peran dalam iklan bir dan produk-produk yang berbahaya. Tentu saja, pemasaran massal produk alkohol dan tembakau umumnya menimbulkan pertanyaan-pertanyaan etis yang serius.

 

  1. B.     Isu-isu Pengeluaran

Isu-isu ini bukan hanya berkaitan dengan pembuangan kelompok produk dan jasa tertentu tetapi beberapa kelompok juga membayar lebih banyak untuk kelompok produk dan jasa yang mereka terima. Banyak bukti yang mendukung klaim kedua. Survei terkini di kota New York menemukan bahwa harga makanan lebih tinggi dilingkungan rumah yang paling tidak mampu membelinya. Para pembelanja berpendapatan rendah (keluarga dengan empat orang anggota) membayar 8,8 persen lebih banyak utuk kebutuhan pokok mereka. Selanjutnya, toko-toko diluar kota rata-rata sangat sedikit persediaannya, jenis makanannya jelek, dan menawarkan pelayanan seadanya.

Perusahaan-perusahaan sering kali memiliki masalah dalam memutuskan apakah bebisnis dengan kelompok-kelompok tertentu yang tidak mereka inginkan untuk dilayani. Sebagai contoh, perusahaan-perusahaan asuransi hanya menginginkan pemegang polis beresiko rendah, dan rumah sakit menginginkan pasien yang memiliki asurans

  1. C.    PENUTUP

 

Dua keputusan yang saling berkaitan yang merupakan tahap pertama ke arah perumusan program pemasaran strategis untuk bagian produk pasar segmentasi pasar dan penetapan sasaran pasar. Perusahaan harus mengikuti strategi agregrasi pasar atau segmentasi pasar. Strategi agregrasi pasar tepat apabila kebanyakan pelanggan memiliki kebutuhan dan keinginan yang sama. Akan tetapi, apabila pelanggan lebih menyebar, produk yang terstandarisasi dan program pemasaran tunggal tidak menarik bagi pelanggan yang membutuhkan dan menginginkan sesuatu yang berbeda. Segmentasi semakin populer karena mencerminkan kenyataan-kenyataan yang dihadapi perusahaan dalam sebagian besar pasar.

Proses segmentasi pasar mencakup menggambarkan karakteristik pelanggan dan mengidentifikasi kebutuhan yang berbeda dari manfaat yang dicari oleh pelanggan. Deskriptor adalah variabel-variabel yang digunakan untuk menjelaskan perbedaan-perbedaan dalam produk yang dibeli antarsegmen; ada empat kategori umum—deskriptorfisik, perilaku umum, perilaku yang berkaitan dengan produk, dan kebutuhan konsumen.

Tujuan pemasaran sering kali mempengaruhi pemilihan negara-negara sasaran. Ini mencakup kebutuhan untuk melindungi perusahaan dari para pesaing yang secara konstan mencari celah yang mudah diserang melalui kemampuan untuk membalas. Alasan lain adalah melayani para pelanggan yang tersebar di mancanegara dan adanya mitra dalam modal ventura tertentu menjadi faktor lain yang mempengaruhi penetapan sasaran negara. Bagi banyak perusahaan, masalah penetapan sasaran internasional harus mempertimbangkan kekuatan produk dalam negeri dan ekspansi geografis. Bagi kebanyakan perusahaan, penekanan yang ditempatkan pada satu bagian lawan bagian lain bergantung pada posisi sekarang perusahaan relatif terhadap pesaing.

Sejumlah isu etis dikaitkan dengan psar sasaran. Ini dapat dikelompokan sebagai kelompok konsumen yang dimasukkan atau dikeluarkan sebagai pasar sasaran. Isu-isuinklusifmelibatkan penggunaan dalam iklan strereotip (wanita sebagai objek seks) dan menargetkan kelompok-kelompok minoritas untuk pejualan produk-produk seperti tembakau, minuman, dan sepatu karet mahal. Isu-isu eksklusif  tidak hanya memuaskan perhatian pada menghilangkan kelompok produk dan jasa tertentu. Kelompok-kelompok tertentu membayar lebih banyak untuk produk dan jasa yang mereka terima.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  • William J. Stanton. Prinsip Pemasaran.2001.Jakarta;Erlangga
  • Richard F. Gerson.Mengukur Kepuasan Pelanggan.2002.Jakarta;Penerbit PPM
  • Philip Kotler dan Gary Armstrong.Prinsip Pemasaran.2001.Jakarta;Erlangga
  • Harper W. Boyd, JR. ,Orville C.Walker, JR. dan Jean-Claude Larreche.ManajemenPemasaran;SuatuPendekatanStrategisdenganOrientasi Global.2000.Jakarta;Erlangga
  • www.google.com/Pemasaran/Kepuasan Pelanggan/01-10-2011/08:37:24
  • galuh_triishafil.wordpress.com/Manajemen Pemasaran/Kepuasan Pelanggan/03-10-2011/11:21:55

 


[1]Harper W. Boyd, JR. ,Orville C.Walker, JR. dan Jean-Claude Larreche.ManajemenPemasaran;SuatuPendekatanStrategisdenganOrientasi Global.2000.Jakarta;Erlangga

 

[2]Philip Kotler dan Gary Armstrong.Prinsip Pemasaran.2001.Jakarta;Erlangga

 

[4]Harper W. Boyd, JR. ,Orville C.Walker, JR. dan Jean-Claude Larreche.ManajemenPemasaran;SuatuPendekatanStrategisdenganOrientasi Global.2000.Jakarta;Erlangga

 

[5] William J. Stanton. Prinsip Pemasaran.2001.Jakarta;Erlangga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s