PERKEMBANGAN ILMU DI DUNIA BARAT (YUNANI-KONTEMPORER)

PERKEMBANGAN ILMU DI DUNIA BARAT

(YUNANI-KONTEMPORER)

MAKALAH

Diajukan guna memenuhi tugas

dalam mata kuliah Filsafat Ilmu

Disusun oleh:

Galuh Tri Pambekti

NIM: 10390008/KUI-A

Dosen:

Dra. Hj. Ermi Suhasti S.,MSI.

 

KEUANGAN ISLAM

FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA

YOGYAKARTA

2010

 

PENDAHULUAN

 

Uraian sejarah perkembangan ilmu pengetahuan mengacu kepada pemikiran filsafat di Barat. Hal ini dapat mencerminkan perkembangan ilmu pengetahuan di barat secara utuh mampu mempengaruhi peradaban dunia. Diawali dari periode filsafat Yunani yang pada waktu itu terjadi perubahan pola pikir manusia dari mite-mite menjadi yang lebih rasional. Pola pikir mite-mite adalah pola pikir masyarakat yang sangat mengandalkan mitos untuk menjelaskan fenomena alam, seperti gempa bumi dan pelangi. Gempa bumi tidak dianggap fenomena alam biasa, tetapi Dewa Bumi yang sedang menggoyangkan kepalanya. Namun, ketika filsafat diperkenalkan,  fenomena alam tersebut tidak lagi dianggap sebagai aktivitas dewa, tetapi aktivitas alam yang terjadi secara kausalitas. Manusia yang dulunya pasif dalam menghadapi fenomena alam menjadi lebih proaktif dan kreatif, sehingga alam dijadikan objek penelitian dan pengkajian. Dari proses ini kemudian lahirlah ilmu dari rahim filsafat, yang akhirnya kita nikmati dalam bentuk teknologi. Karena itu, periode perkembangan filsafat Yunani merupakan poin untuk memasuki peradaban baru umat manusia.

Berdasarkan waktunya, perkembangan ilmu di dunia barat dibagi menjadi 6,yaitu: (a) Pra-Yunani, (b) Yunani Kuno, (c) Pertengahan, (d) Renaissance, (e) Modern, (f) Kontemporer.

Makalah ini akan mengkaji poin-poin penting perkembangan ilmu di dunia barat pada tiap-tiap masa mulai dari Pra-Yunani hingga Kontemporer.

 

 

 

 

PERKEMBANGAN ILMU DI DUNIA BARAT

(YUNANI-KONTEMPORER)

 

 

  1. a.                PRA-YUNANI (XV-VII SM)

Disebut juga zaman batu, karena pada masa itu manusia masih menggunakan batu sebagai peralatan. Selanjutnya pada abad ke 15 sampai 6 SM, manusia telah menemukan besi, tembaga dan perak untuk berbagai peralatan, yang pertama kali digunakan di Irak. Pada abad ke 6 SM di Yunani lahirlah filsafat, disebut the greek miracle.

Salah satu ciri pada zaman ini adalah warisan pengetahuan berdasarkan know how yang dilandasi pengalaman empiris. Pada masa ini kemampuan berhitung ditempuh dengan cara one to one corespondency atau map process, hal ini menyerupai anak-anak yang belajar berhitung dengan jari-jarinya. Selain itu manusia sudah mulai memperhatikan alam sebagai suatu proses alam sehingga lama-kelamaan mereka menemukan hal-hal yang berkaitan dengan astronomi.

 

  1. b.                YUNANI KUNO (VII SM-II M)

Zaman Yunani Kuno dipandang sebagai zaman keemasan filsafat, karena pada masa ini  menjawab persoalan disekitarnya dengan rasio dan meninggalkan kepercayaan terhadap mitologi atau tahyul yang irrasional.Orang memiliki kebebasan untuk mengungkapkan ide-ide atau pendapatnya.

Filsuf pada masa itu salah satunya adalah Phytagoras (580-500 SM). Phytagoras selain sebagai penggagas filsafat bilangan, juga dikenal sebagai penemu hukum geometri. Pemikiran Pythagoras lainnya, harmoni suara musik ditentukan oleh pengaturan interval dari panjang pendeknya senar. Konsep keharmonisan suara musik ini,kemudian dijadikan prinsip umum untuk menjelaskan gagasan tentang keharmonisan jagat raya dan semua gerakan planet menyuarakan suara harmoni yang mewakili perbedaan notasi musik. Teori ini kemudian disebut harmony of the spheres.

 

  1. c.                 ABAD PERTENGAHAN (II-XIV)

Tampilnya teolog di lapangan ilmu pengetahuan, dengan semboyan  ancilla theologia atau abdi agama. Ajaran Nabi Isa as. membawa perubahan besar terhadap kepercayaan keagamaan. Kristen menjadi problema kefilsafatan karena mengajarkan bahwa wahyu Tuhanlah yang merupakan kebenaran yang sejati. Agama Kristen memantapkan diri, keluar memperkuat gereja dan ke dalam menetapkan dogma­-dogma sebagai suatu keseluruhan. Para filosof nyaris begitu saja menyatakan bahwa agama Kristen adalah benar.

  1. d.         RENAISSANCE (XIV-XVII)

Renaissance berarti lahir kembali (rebirth), yaitu dilahirkannya kembali sebagai manusia yang bebas untuk berpikir.. Manusia ingin mencapai kemajuan atas hasil usaha sendiri, tidak didasarkan atas campur tangan Illahi. Ilmu pengetahuan yang berkembang maju pada masa ini adalah bidang astronomi. Salah satu tokohnya ialah Galileo Galilei (1546-1642).

Sumbangannya dalam keilmuan antara lain adalah penyempurnaan teleskop, berbagai observasi astronomi, dan hukum gerak pertama dan kedua (dinamika). Selain itu, Galileo juga dikenal sebagai seorang pendukung Copernicus mengenai peredaran bumi mengelilingi matahari. Di tahun 1609, Galileo mendengar kabar bahwa teleskop diketemukan orang di Negeri Belanda. Meskipun Galileo hanya mendengar samar-samar saja mengenai peralatan itu, tetapi berkat kegeniusannya dia mampu menciptakan sendiri teleskop. Dengan alat baru ini dia mengalihkan perhatiannya ke langit dan hanya dalam setahun dia sudah berhasil membikin serentetan penemuan besar.

 

  1. d.                MODERN (XVII-XIX)

Dikenal juga sebagai masa Rasionalisme, ditandai dengan berbagai penentuan dalam bidang ilmiah.Tokoh utama pada zaman ini adalah Rene Descrates (1596-1650), Bapak Filsafat Modern dan juga seorang ahli ilmu pasti yang menemukan sistem koordinat.. Selain itu, tokoh yang lebih dikenal adalah Sir Isaac Newton, seorang fisikawan,matematikawan , ahli astronomi, filsuf alam, alkimiwan, dan teolog yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan dikatakan sebagai Bapak Ilmu Fisika Klasik. Newton berhasil menunjukkan teori gravitasinya dalam bidang fisika. Dalam bidang mekanika, Newton mencetuskan adanya prinsip kekekalan momentum dan momentum sudut. Dalam bidang optika ia berhasil membangun teleskop refleksi yang pertama dan mengembangkan teori warna. Ia juga merumuskan hukum pendinginan dan mempelajari kecepatan suara. Dalam bidang matematika pula, Newton mengembangkan kalkulus diferensial dan kalkulus integral. Ia juga berhasil menjabarkan teori binomial, mengembangkan “metode Newton” untuk melakukan pendekatan terhadap nilai nol suatu fungsi, dan berkontribusi terhadap kajian deret pangkat.

Sebuah survei tahun 2005 yang menanyai para ilmuwan dan masyarakat umum di Royal Society mengenai siapakah yang memberikan kontribusi lebih besar dalam sains, apakah Newton atau Albert  Einstein, menunjukkan bahwa Newton dianggap memberikan kontribusi yang lebih besar.

 

 

  1. e.                 KONTEMPORER (XX-….)

Pada abad ke 20 hingga sekarang, bidang fisika menempati kedudukan paling tinggi dan banyak dibicarakan oleh para filsuf, karena dipandang sebagai dasar ilmu pengetahuan yang subjek materinya mengandung unsur-unsur fundamental pembentuk alam semesta.
Salah satu tokohnya adalah seorang fisikawan, Edwin Hubble, menggunakan teropong bintang terbesar di dunia untuk melihat galaksi-galaksi di sekeliling kita yang tampak menjauhi bumi. Ia mengambil kesimpulan bahwa semua galaksi di jagad raya ini semula bersatu padu dengan galaksi kita (Bima Sakti).Hubble sangat banyak membantu para ilmuwan dalam mempelajari, mengobservasi dan memahami tentang jagad raya, objek luar angkasa (lubang hitam/black hole,galaksi,bintang). Hubble menemukan Xena, planet ke-10 beserta Gabrielle, satelitnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENUTUP (KESIMPULAN)

 

Dapat disimpulkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan tidaklah berlangsung secara mendadak, melainkan melalui proses bertahap  dan evolutif. Karenanya, untuk memahami sejarah perkembangan ilmu pengetahuan harus melakukan pembagian atau klasifikasi secara periodik. Dalam setiap periode sejarah pekembangan ilmu pengetahuan menampilkan ciri khas tertentu. Perkembangan pemikiran secara teoritis senantiasa mengacu kepada peradaban Yunani. Periodisasi perkembangan ilmu dimulai dari peradaban Yunani dan diakhiri pada zaman Kontemporer. Dengan melihat sejarah sebagai suatu urutan kejadian yang saling berhubungan sehingga suatu kejadian tidak terjadi begitu saja dan diartikan sebagai fenomena tersendiri dan mencermati makna dibalik urutan kejadian pemikirannya, menjadikan sejarah sebagai suatu metode dalam mempelajari filsafat yang pada akhirnya dapat dipelajari ilmu pengetahuan secara mendalam.

 

 

 

 

Daftar Pustaka

* Ahmed O.Altwajri.1997.Islam,Barat dan Kebebasan.Yogyakarta:TitianIllahi Pres

* Tafsir,Ahmad.2000.Filsafat Umum (Akal dan Hati Sejak Thales Sampai Capra).Bandung: Remaja Rosdakarya

http://images.google.co.id/images?hl=id&um=1&q=filsafat+PAPUA&sa=N&start=60&ndsp=20

http://public.kompasiana.com/category/filsafat/page/46/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s