^^SummeR in SeouL^^

(Ilana Tan)

Sandy:

Dulu kalau aku tak begitu,kini aku bagai mana?

Dulu kalau aku tak di situ, kini aku di mana?

Kini kalau aku begini, kelak bagaimana aku?

Kini kalau aku di sini, kelak di mana aku?

Tak tahu kelak atau pun dulu

Cuma tahu kini aku begini

Cuma tahu kini aku di sini

…………..

“Kau ingin bertemu dengannya?”

Sandy masih diam.

Ternyata Mr.Kim mengartikan sikap diamnya sebagai

jawaban “ya”. “Kenapa kau tidak menghubunginya?”

Sandy tersenyum dan menggeleng.

Mr.Kim menyandarkan kepala ke kursi. “Benar juga”,

katanya. “Dia pasti sedang banyak urusan sekarang ini. Kalau

semuanya sudah selesai, aku yakin dia pasti akan

menghubungimu”.

Sandy hanya mengangguk sedikit,lalu keluar dari studio

Mr.Kim. Ia berjalan ke ruang penerimaan tamu yang saat itu

sedang kosong. Ia duduk di sofa dan memandang keluar jendela

kaca yang besar. Banyak mobil yang berlalu-lalang, tapi Sandy

tidak benar2 memperhatikannya. Ia menatap ponsel yang ada

dalam genggamannya.

Kalau suatu saat nanti kau rindu padaku, maukah kau

memberitahuku? . . . Agar aku bisa langsung berlari

menemuimu.

Benarkah?  Tidak, ia tidak mungkin mencobanya.

Tiba2 ponsel dalam genggamannya berbunyi. Ia menatap

layar ponsel dan jantungnya berdedar dua kali lebih cepat.

Jung Tae-Woo.

Sandy menempelkan ponselnya ke telinga. “Ya?”. Kenapa

suaranya terdengar serak?

“Bagaimana kabar mu?”

Mata Sandy terasa panas begitu mendengar suara Jung

Tae-Woo.

“Baik2 saja?”. Suara Jung Tae-Woo terdengar lagi. Suaranya

terdengar ceria, ringan, dan santai.

“Mm”, jawab Sandy dengan mengerjapkan mata untuk

menghalau air mata. “Bagaimana denganmu?”.

“Ingin bertemu denganmu”.

Sandy tidak berkata apa2.

Jung Tae-Woo mendesah panjang. “Bagaimana ini? sudah

lama aku tidak melihatmu, tidak mendengar suaramu, rasanya

aneh sekali. Sepertinya semua yang kulakukan tudak ada yang

benar. Lalu aku pikir, mungkin kalau aku menelponmu dan

mendengar suara mu, aku akan merasa lebih baik. Sekarang

setelah mendengar suara mu, aku memang merasa lebih baik,

api timbul masalah lain.”  Hening sejenak. “Aku jadi semakin

ingin melihatmu”.

Tanpa sadar Sandy tesenyum, namun pandangannya mulai

kabur.

“Apakah aku boleh berpikir seperti itu?”.

Sandy mengerjapkan mata, tapi kali ini air matanya tidak

bisa dihentikan.

“Bisa membantuku?”, tanya Jung Tae-Woo lagi. “Katakan

‘Jung Tae-Woo, f i g h t i n g!‘  sekali saja”.

Sandy tertawa kecil dan menghapus air matanya dengan

telapak tangan. “Jung Tae-Woo, f i g h t i n g !,” katanya.

Ia mendengar Jung Tae-Woo mendesah puas. “Baiklah, aku

akan mengikuti kata2 mu. Aku akan bertahan. Dan kau sendiri,

Sandy, f i g h t i n g !“.

Sandy menutup ponsel dengan berlahan. Ya, bertahanlah,

Sandy.

………………




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s